![]()
SUNGAIPENUH-Kinerja Kepala Badan Penangangulangan Bancana Daerah (BPBD) Kota Sungai Penuh Evandrianto, SE. M. Si, tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, ia diduga jarang masuk kantor.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber internal, sejak mencuatnya kasus dugaan korupsi Damkar Kota Sungai Penuh, ia (Evandrianto) jarang terlihat masuk kantor.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan dari sejumlah pihak, terutama terkait efektivitas pelayanan dan koordinasi di lingkungan Dinas Bencal.
Minimnya kehadiran pimpinan dinilai berpotensi menghambat proses pengambilan keputusan. “Sebagai kaban, seharusnya beliau lebih sering berada di kantor untuk memantau langsung kinerja staf dan memastikan pelayanan publik berjalan maksimal,” ujar salah satu sumber.
Selain itu, kondisi ini juga memicu perhatian masyarakat yang berharap adanya transparansi dan akuntabilitas dari pejabat publik, terutama di sektor Bencana yang memiliki peran vital dalam pembangunan daerah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Kaban terkait isu tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan masih belum mendapatkan tanggapan.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Sungai Penuh dapat segera memberikan penjelasan serta mengambil langkah yang diperlukan guna memastikan pelayanan tetap berjalan optimal dan profesional. (DD)













