banner 728x250
Opini  

Begini Cara Kelola Sampah, Biar Ngak Numpuk di TPA

Ilustrasi

Loading

SUNGAIPENUH-Berbagai kegiatan penghuni rumah menghasilkan sampah, mulai dari memasak hingga membuka kemasan benda baru. Biasanya sampah yang dibuang itu nantinya berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).

Jika ingin sampah tersebut dikelola dengan baik sejak dari rumah demi kebaikan lingkungan maupun penghuni rumah. Wira pemerhati Lingkungan Hidup menyebut banyak orang belum mengelola sampah rumah tangga dengan optimal.

“Sampah itu kalau tidak dikelola dengan baik, akhirnya akan mengganggu terkait kesehatan, transportasi, ekosistem. Kalau dikelola dengan baik, (sampah red) tidak akan mengganggu (aktivitas) dan juga akan menambah nilai produktif,” kata Wira, Senin (15/12/2025).

Disini banyak pertanyaan, cara mengelola sampah dengan baik. Ayok ikuti penjelasan berikut ini

Untuk langkah pertama yang kita lakukan supaya sampah rumah tangga benar-benar terkelola dengan sempurna

1. Mengurangi Produksi Sampah

Gulang menjelaskan penghuni dapat mulai mengelola sampah dengan mengurangi produksinya.

Coba beralih dari barang sekali pakai agar sampah tidak cepat menumpuk sekaligus mengurangi pekerjaan untuk kelola sampah.

BACA JUGA:  Hutan Kerinci Semakin Ekstrim, Orang Hilang atau Dihilangkan?

“Untuk mengurangi sampah juga, menggunakan alat-alat yang sekiranya dapat digunakan kembali. Jadi bukan plastik tapi yang nanti bisa digunakan untuk beberapa kali. Tidak sekali pakai terus dibuang,” ujarnya.

2. Memilah Sampah sesuai Kategori

Siapkan beberapa tempat sampah berdasarkan kategori. Ketika hendak membuang sampah, pilah berdasarkan kategori. Pisahkan antara sampah organik, non organik, dan B3 (bahan berbahaya dan beracun).

Contoh: sampah organik adalah sisa makanan dan dedaunan. Lalu, sampah non organik misalnya benda plastik, kertas, karton, atau kaleng.

3. Mengompos Sampah Organik

Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk untuk mengurangi sampah organik yang dibuang ke TPA. Masukkan sampah organik ke komposter atau wadah penyimpan yang tertutup. Sampah tersebut akan menjadi pupuk setelah beberapa hari dibiarkan.

“Yang (sampah) organik bisa buat pupuk setidaknya buat tanaman kita sendiri di pekarangan rumah,” imbuhnya.

4. Menjual Sampah Bernilai

Untuk sampah non organik, penghuni dapat mengumpulkannya buat dijual. Lumayan kan, penghuni bisa mengubah sampah menjadi uang.

BACA JUGA:  Rivalitas Calon Jaksa Agung Era Prabowo: Antara Ketegasan Penindakan dan Reformasi Kelembagaan

Beberapa sampah non organik seperti botol plastik, kaleng dan kertas mempunyai nilai jual. Penghuni bisa menukarkan sampah itu menjadi uang ke bank sampah.

“Sampah itu sebenarnya bisa menghasilkan untuk tambahan kebutuhan rumah tangga. Walaupun hal itu cuman sedikit, kalau dijual satu bulan juga menambah nilai atau membantu keuangan rumah tangga,” tuturnya.

5. Membuang Sampah pada Tempatnya

Terakhir, jangan lupa untuk membuang sampah pada tempatnya. Jangan pernah buang sampah ke pinggir jalan, taman, atau sungai ya.

Itulah cara mengelola sampah rumah tangga agar tidak menumpuk. Semoga membantu!. (Red)