banner 728x250
Opini  

Hutan Kerinci Semakin Ekstrim, Orang Hilang atau Dihilangkan?

Loading

Oleh: Harmen Rusdi

Berselang lima tahun terakhir sudah terjadi empat  kasus orang hilang di hutan Kerinci. Kronologi orang hilang beragam, ada orang hilang di tempat rekreasi Danau Kaco Lempur (Sungai Penuh) ada orang hilang saat memancing di sungai Batang Merangin (Lempur) ada juga orang hilang yang tidak tahu rimbanya (Lempur) dan terakhir muncul lagi kasus orang hilang saat berburu babi hutan di Hutan Renah Kayu Embun Kota Sungai Penuh, atas nama Wira (Kumun Debai)

Melihat dari pengembangan kasus tersebut di atas secara logika akal sehat, sama sekali tidak masuk akal. Beragam pendapat bermunculan bahkan terawang secara mistis juga dilakukan toh akhirnya tidak membuahkan hasil, sementara upaya pencaharian akhirnya sepakat dihentikan.

BACA JUGA:  “BESILAH” Alasan Listrik Gratis untuk Masyarakat Kerinci dari PLTA?

Secara asumsi kata “hilang” tidak berdiri sendiri karena ada proses sebab dan akibat yang mesti kita kaji secara akal sehat. Bila kita berpendapat dimangsa binatang buas  tentunya ada tetesan darah yang tercecer.

Bila kita berpendapat dimangsa ular piton besar, dipastikan ular tersebut tertidur tidak jauh dari tempat kejadian, bila disembunyikan oleh makhluk halus dan misterius, banyak orang pintar dan pawang sudah dikerahkan, lalu bagaimana kejadian yang sebenarnya.

Secara asumsi hampir rara-rata tempat dan lokasi peristiwa orang hilang terjadi, semuanya di tengah hutan belantara yang sepi. Diduga peristiwa yang terjadi secara berulang-ulang dengan kronologi hampir sama, layak kita sebut bukan kasus orang hilang, melainkan, “orang yang sengaja dihilangkan” atau murni kriminalisasi.

Motifnya pembunuhan bisa jadi karena balas dendam atau sengaja dibunuh dengan maksud dipreteli organ tubuhnya yang tergabung ke dalam sindikat atau mafia jual-beli organ tubuh manusia yang harganya miliaran rupiah.

BACA JUGA:  Begini Cara Kelola Sampah, Biar Ngak Numpuk di TPA

Selanjutnya bila saja asumsi terakhir kita anggap sebagai kasus praduga tak bersalah, kita berharap pihak Aparat Kepolisian Kabupaten Kerinci secara bersama-sama  menyelidiki kasus ini sampai tuntas, semoga….