![]()
SUNGAIPENUH-Pemerintah Kota Sungai Penuh terus bergerak dalam mewujudkan berbagai program untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan ekonomi masyarakat. Sebelumnya pemkot merelokasi pedagang di Jalan M Yamin dan Cokroaminoto ke Tanjung Bajure, kini berbagai fasilitas untuk kenyamanan pedagang mulai dibenah seperti Drainase, WC dan tempat sholat.
Pasar Tanjung Bajure merupakan pasar tradisional yang menjadi pusat perekonomian bagi banyak pedagang baik dari Kabupaten tetangga maupun dari Pesisir Selatan dan masyarakat setempat.
“Penataan ini kita lakukan untuk menciptakan pasar yang lebih rapi dan nyaman. Kami ingin memastikan para pedagang tetap bisa berjualan dengan baik, dan masyarakat merasa aman serta nyaman saat berbelanja,” ujar Wako Alfin, disela kunjungannya ke pasar Tanjung Bajure beberapa waktu lalu.
Wako Alfin juga mengimbau seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kebersihan pasar agar manfaat dari penataan dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Junaidi, warga Kota Sungai Penuh mengapresiasi program Wali Kota dan Wakil Walikota Sungai Penuh merelokasi pedagang ke Tanjung Bajure. Menurutnya, ini langkah yang tepat, pedagang menjadi tertata paska di relokasinya pedagang ke Tanjung Bajure.
“Memang rencana untuk pemindahan pedagang sudah lama didengungkan, tetapi era pemerintahan Alfin-Azhar Hamzah baru terwujudnya” ungkapnya.
Saran untuk Pemkot Sungai Penuh agar tidak ada lagi aktivitas jual beli lapak di pasar Tanjung Bajure, agar oknum yang ada di Pengelolaan Pasar maupun petugas lainnya, agar dilakukan pemutihan.
Langkah ini harus segera untuk dilakukan, mengingat kejahatan jual beli lapak sudah terstruktur. (DD)













