![]()
SUNGAIPENUH-Paska penataan pedagang Tanjung Bajure oleh Pemerintah Kota Sungai Penuh beberapa waktu lalu. Diduga Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami kebocoran ratusan juta.
Hal ini terungkap saat Heaaring DPRD dengan pedagang pada Jum’at (27/3/2026) lalu. Mereka (pedagang) mengaku membayar untuk satu hari sebesar Rp 17000 (Tujuh belas ribu rupiah). Rincian uang kebersihan, keamanan, payung dan parkir.
“Untuk satu hari lebih kurang 17000 ribu uang yang wajib kami bayar” ucap salah satu pedagang kepada media ini di kantor DPRD Kota Sungai Penuh Jum’at lalu.
Menurut mereka, itu belum masuk retribusi (Karcis) yang dipungut setiap hari oleh petugas.
Bahkan, pedagang mengungkapkan bahwa untuk lapak ada yang disewa kepada salah seorang (tanpa menyebut nama oknum) tempat lapak yang mereka sewa.
Perlu diketahui, dampak dari relokasi pedagang tanjung bajure menurut informasi bos lapak mengalami ratusan juta rupiah.
Sementara itu, Hendri warga Kota Sungai Penuh menilai bahwa dengan adanya relokasi pedagang tanjung bajure ini merupakan program yang sangat bagus.
“Kita sangat mendukung langkah yang digagas oleh bapak Alfin-Azhar dengan menertibkan pedagang” ujarnya.
Ia menambahkan, adanya relokasi pedagang pasar menjadi tertib dan menjadi bersih jalan juga menjadi lebar. Menurutnya, selama ini jalan sempit akibat pedagang tidak tertata dengan baik, tambahnya.
Oleh karena itu, ia meminta Pemerintah untuk menertibkan para ‘mafia’ lapak, agar PAD Kota Sungai Penuh meningkat. “Selama ini yang meraih keuntungan itu oknum” pintanya. (DD)













