banner 728x250

Membanggakan..!! Kota Sungai Penuh Masuk 5 Besar Calon Pusat Kegiatan Wilayah Sumatra

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, Saat Bertemu dengan Dirjen TATA RUANG Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Dr. Ir. Suyus Widiyana, pada Selasa (18/11/2025). (Dok)

Loading

JAKARTA-Sebuah langkah berani dan penuh strategi ditunjukkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Sungai Penuh.

Bagaimana tidak? Sang Wali Kota, Alfin, S.H., secara langsung “menerobos” kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pada Selasa (18/11/2025).

Tujuannya jelas dan ambisius: memperjuangkan kotanya untuk ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW).

Ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah misi untuk menempatkan Sungai Penuh di peta strategis nasional!

Dan siapa sangka, perjuangan ini langsung menuai titik terang yang menggembirakan.

Dalam pertemuan puncak dengan Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN, Dr. Ir. Suyus Widiyana, terungkap sebuah fakta yang bikin bangga.

Kota Sungai Penuh berhasil masuk dalam jajaran 5 besar kota di Pulau Sumatera yang diusulkan menjadi PKW!

“Ya dari penjelasan bapak Dirjen Tata Ruang ATR/BPN, Sungai Penuh menjadi salah satu dari lima kota Sumatera I yang diusulkan sebagai pusat kegiatan wilayah.”

“Kita berdoa semoga segera terealisasi,” ujar Wako Alfin dengan nada penuh harap dan optimisme. Sebuah pengakuan level nasional yang patut diapresiasi!

BACA JUGA:  Edaran Disdik Soal Perpisahan Tak Digubris

Lalu, apa sih yang membuat kota ini begitu spesial hingga layak diganjar status PKW?

Dalam paparannya, Wali Kota Alfin membeberkan segudang keunggulan strategis Sungai Penuh yang mungkin belum banyak diketahui publik.

Daerah paling ujung Provinsi Jambi ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Kota ini disebut sebagai simpul pertumbuhan utama di wilayah barat Provinsi Jambi

Daerah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatra Barat menjadi pusat distribusi barang dan jasa bagi lebih dari 300.000 penduduk di wilayah hinterland Kerinci-Sungai Penuh.

Setiap hari, denyut nadi ekonomi berputar dari dan ke kota ini. Tidak berhenti di situ, Sungai Penuh juga berperan sebagai gerbang ekonomi dan logistik untuk komoditas unggulan yang sudah mendunia.

Status PKW akan memperkuat peran ini, memperlancar distribusi, dan mendongkrak nilai ekonomi. Kota yang berumur 17 tahun menjadi pusat pendidikan, pelayanan rujukan kesehatan.

Wako Alfin dengan percaya diri menegaskan bahwa seluruh parameter yang disyaratkan untuk sebuah PKW telah terpenuhi.

Ini bukan klaim tanpa bukti! Kapasitas pelayanannya di sektor perdagangan, jasa kesehatan, dan pendidikan nyatanya sudah melampaui batas kota dan berskala regional.

BACA JUGA:  PAD Tidak Mencapai Target, Kinerja Kadis Disperindag Kota Sungai Penuh Disorot

“Kota ini telah berkembang menjadi pusat pendidikan tinggi, pusat layanan kesehatan rujukan, dan pusat pemerintahan bagi Kawasan Kerinci Raya,” tegasnya. Dikutip dari JambiOne

Artinya, Sungai Penuh sudah lama berfungsi sebagai “ibu kota” bagi wilayah sekitarnya, bahkan sebelum status resminya diusulkan.

Di penghujung pertemuan, harapan besar disampaikan. Wako Alfin memohon dukungan penuh Kementerian ATR/BPN untuk memasukkan Kota Sungai Penuh dalam penetapan PKW pada pembaruan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Nasional. (Red)