banner 728x250
Daerah  

Dukung Pelestarian Budaya, Wawako: Bagian dari Identitas Daerah yang Harus Dijaga Bersama

Loading

SUNGAIPENUH-Pemerintah Kota Sungai Penuh apresiasi kepada panitia penyelenggara, lembaga adat, para depati, ninik mamak, tokoh masyarakat, serta seluruh masyarakat Luhah Rio Jayo yang telah menyukseskan pergelaran seni dan budaya dengan penuh semangat kebersamaan dan semangat melestarikan warisan budaya daerah.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Walikota Azhar Hamzah, saat menghadiri acara malam puncak Pergelaran Seni dan Budaya Luhah Rio Jayo, Selasa (30/6/2026) malam.

Menurutnya, malam puncak Pergelaran Seni dan Budaya Luhah Rio Jayo tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memiliki makna penting sebagai sarana edukasi budaya, penguatan jati diri masyarakat, sekaligus media untuk menanamkan rasa cinta terhadap adat dan budaya kepada generasi muda agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

“Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai adat, budaya, dan kearifan lokal dapat terus diwariskan kepada generasi penerus. Pemerintah Kota Sungai Penuh akan terus mendukung upaya pelestarian budaya sebagai bagian dari identitas daerah yang harus dijaga bersama,” ujar Wawako akrab disapa pak Kenek.

BACA JUGA:  Tiga Daerah Otonomi Baru Menunggu Putusan Mendagri, Salah Satunya Kerinci Hilir

Pergelaran Seni dan Budaya menampilkan beragam kesenian tradisional yang menjadi kebanggaan masyarakat Sungai Penuh, di antaranya pencak silat, Tari Rangguk, Tari Iyo-Iyo, drama bertajuk “Pegang Pakai Tuo Tagane”, tembang Lagu Sungai Penoh, tari tradisional kreasi, Sike Rebana, serta berbagai pertunjukan seni budaya lainnya. Kegiatan juga semakin semarak dengan penampilan seni budaya dari Rio Singaro Pondok Tinggi.

Pergelaran seni dan budaya tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memadati lokasi acara. Pergelaran Seni dan Budaya menampilkan beragam kesenian tradisional yang menjadi kebanggaan masyarakat Sungai Penuh, di antaranya pencak silat, Tari Rangguk, Tari Iyo-Iyo, drama bertajuk “Pegang Pakai Tuo Tagane”, tembang Lagu Sungai Penoh, tari tradisional kreasi, Sike Rebana, serta berbagai pertunjukan seni budaya lainnya.

BACA JUGA:  Terus Konsisten, Dinas PUPR Kerinci Gelar Uji Sertifikasi TKK 2026

Untuk diketahui, acara sakral ini momentum mempererat silaturahmi, memperkokoh persatuan, serta meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan adat istiadat serta budaya sebagai warisan luhur masyarakat Sungai Penuh.

Rangkaian pergelaran Seni dan Budaya ini dilaksanakan sejak tanggal 25 s/d 30 Juni 2026. (Red)