![]()
SUNGAIPENUH-Ketua Komisi 3 DPRD Kota Sungai Penuh, menyampaikan bahwa Normalisasi Sungai Batang Merao menjadi contoh nyata bagaimana kerja sama yang solid antara pemerintah pusat dan daerah serta masyarakat, sehingga membawa perubahan signifikan.
“Sinergi antara pemerintah pusat, DPR RI, Dinas PUPR melalui BWS VI, Pemprov Jambi, DPRD Provinsi Jambi, dan Pemerintah Kota, DPRD, serta Dinas PUPR Kota Sungai Penuh, menjadi kunci keberhasilan proyek normalisasi ini. Tak lupa, peran serta masyarakat melalui LSM juga sangat penting” ujar Tole S Hadiwarso saat ditemui di Gedung Dewan, Jumat, 28 Agustus 2025.
Dalam proses pengajuan proposal kegiatan APBN/APBD Provinsi, Tole, menekankan pentingnya tindak lanjut yang efektif dari pemerintah daerah. “Setiap tahun, kepala daerah mengajukan proposal untuk memperoleh dukungan anggaran. Agar proposal dapat terlaksana, pemerintah daerah wajib melakukan follow-up yang intensif dan memastikan bahwa semua tahapan proses anggaran diikuti dengan baik,” jelasnya.

Beberapa poin penting dalam proses ini meliputi:
1. Pengajuan proposal yang tepat waktu dan sesuai dengan kebutuhan daerah.
2. Pemantauan dan evaluasi proposal yang telah diajukan.
3. Koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan dukungan anggaran.
4. Pelaksanaan kegiatan yang sesuai dengan rencana dan anggaran yang telah disetujui.
“Dengan melakukan follow-up yang baik, pemerintah daerah dapat meningkatkan kemungkinan keberhasilan proposal dan memastikan bahwa kegiatan yang direncanakan dapat terlaksana dengan efektif,” tambahnya.
Mari kita teruskan semangat kolaborasi ini untuk pembangunan menuju Kota Sungai Penuh JUARA, berkelanjutan dan masa depan yang lebih baik, ungkapnya. (DD)













