banner 728x250

Mengapa Sekolah Negeri Sepi Peminat?

Ilustrasi. (Ist)

Loading

Mengapa Sekolah Negeri Sepi Peminat?

SUNGAIPENUH-Di tengah hiruk-pikuk Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). keberadaannya justru sepi peminat. Ruang-ruang kelas yang dulunya menjadi rebutan itu, kini perlahan kehilangan daya pikat.

Fenomena ini bukan lagi sekadar angka di atas kertas laporan dinas pendidikan. Tapi, sebuah sinyal dari pergeseran hati para orang tua milenial yang kini tengah riuh memburu ruang kelas terbaik demi masa depan buah hatinya.

Fenomena bangku kosong di sekolah negeri bukan hanya terjadi satu daerah. Namun hampir seluruh wilayah di Indonesia Sekolah Negeri kekurangan murid.

Pemerintah Daerah pun membuka peluang transformasi pendidikan negeri, mulai dari peningkatan kapasitas guru hingga pembenahan fasilitas, guna mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri. Bahkan, Dinas terkait mengajak para orang tua kembali mempercayakan pendidikan anak mereka kepada sekolah negeri.

BACA JUGA:  Tenaga Pendidik Melimpah. BPSDM Kota Sungai Penuh Perketat Mutasi Guru

Dinas Pendidikan sampai membuka pendaftaran lanjutan bagi sekolah yang belum memenuhi kuota. Salah satu penyebab yang dipetakan pemerintah daerah adalah perubahan pola permukiman.

Banyak keluarga muda berpindah ke kawasan pinggiran kota, sehingga jumlah anak usia sekolah di wilayah pusat kota terus menyusut.

Pemerintah daerah masih menahan opsi penutupan maupun wacana penggabungan (merger) sekolah sambil menunggu arahan pemerintah pusat.

Kondisi serupa juga terjadi di jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) mengalami krisis murid dengan hanya memperoleh belasan peserta didik baru.

BACA JUGA:  Diknas Kota Sungai Penuh Sukses Melaksanakan Program K3S dan MKKS

Kondisi itu memunculkan pertanyaan yang lebih luas: mengapa sekolah negeri di sejumlah daerah yang selama ini identik dengan biaya lebih terjangkau jadi pilihan utama masyarakat, kini mulai kehilangan peminat?. (DD)