banner 728x250

Sinkronisasi ‘OPD’ Diperlukan. Tidak Cukup Berpangku Tangan Menata Pedagang Tanjung Bajure

Pedagang Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh. (Foto DD)

Loading

SUNGAIPENUH-Relokasi pedagang pasar Tanjung Bajure masih berjalan. Sinkronisasi antar OPD lingup Pemerintah Kota Sungai Penuh sangat diperlukan.

Informasi yang dihimpun, pedagang yang ada didalam sudah banyak yang kembali berjualan diluar. Pasalnya, kerjasama antar OPD terkait tidak berjalan seperti Disperindag, Dishub, Pol PP dan PUPR.

“Kerjasama antar OPD tidak berjalan dengan baik. Dinilai asal bos senang (ABS)” kata Hengky warga Kota Sungai Penuh, Senin (6/4/2026).

Bahkan, ia minta kepada Wali Kota Sungai Penuh untuk tegas, agar relokasi pedagang ini berjalan dengan sukses.

BACA JUGA:  Menuju Sungai Penuh ILOK, Pedagang Tanjung Bajure Ditata

“Gebarakan pemerintahan Alfin-Azhar ini sangat bagus sekali. Dengan adanya relokasi ini pedagang menajdi tertata dan jalan menjadi bagus” ungkapnya.

Selain itu, wajah Kota Sungai Penuh menjadi ILOK sesuai Visi misi kedua pemimpin Kota ingin merubah wajah Kota Sungai Penuh dan menuju Sungai Penuh JUARA.

Oleh karena itu, OPD jangan melapor yang bagus-bagis alias ABS. “Tidak cukup hanya berpangku tangan” tegasnya.

BACA JUGA:  Merek Kolektif Koperasi Merah Putih. Wawako: Merek Bukan Sekedar Simbol atau Logo 

Ia juga berharap, mafia-mafia ‘Lapak& yang selama ini menguasai pasar Tanjung Bajure agar diberantas, harapnya. (DD)