banner 728x250
Daerah  

Daerah Tidak akan Maju Jika Pejabatnya ‘Bermuka Tembok’

Ilustrasi. (Ist)

Loading

SUNGAIPENUH-Ditengah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), kreativitas pejabat Eselon II dan jajaran di uji ntuk mendatangkan sumber anggaran alternatif di luar APBD murni.

“Kemampuan melobi anggaran pusat menjadi tolak ukur dan bukti nyata bahwa seorang pemimpin memiliki jaringan yang luas” kata Hendri aktivis Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, Selasa (27/7/2026).

Angaran pusat yang berhasil dibawa ke daerah sangat berpengaruh terhadap perputaran ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan dan pendidikan yang menyentuh kebutuhan warga..

Ia menegaskan bahwa tindakan menjemput dana pusat jauh lebih berdampak bagi kemajuan daerah dibanding sekadar mencari perhatian atau “mencari muka” di hadapan atasan.

BACA JUGA:  Kepala BWS Geram, Program Baru Mau Jalan, Oknum LSM-Wartawan Ciderai dengan Melapor Ke APH

“Dalam situasi ini, kemampuan pejabat untuk aktif berkoordinasi, melobi, dan “menjemput” alokasi dana dari pemerintah pusat. Pejabat yang kapabel dituntut untuk berpikir kreatif dan tidak hanya berpangku tangan menunggu transferan rutin” tegasnya.

Oleh karena itu, tidak akan ada pembangunan jika pejabatnya kerja hanya mencari muka “Bermuka Tembok”. Energi pejabat habis untuk urusan seremonial, mendampingi atasan, dan rutinitas tanpa esensi pembangunan.

“Program dan Visi mis Wako dan Wawako tidak berjalan inovatif karena pejabat lebih takut membuat kesalahan di mata atasan daripada gagal melayani publik” ujarnya.

Perlu diketahui, masyarakat saat ini jauh lebih cerdas dalam menilai kinerja kepala dinas, camat, hingga kepala daerah berdasarkan rekam jejak pembangunan fisik dan non-fisik, bukan dari seberapa sering mereka mendampingi atau memuji pimpinan. (DD)