banner 728x250
Daerah  

Dewan Sarankan Pemkot Sungai Penuh Gunakan EDC dan Virtual Account untuk Retribusi

Anggota DPRD Kota Sungai Penuh Adharianto (Dok)

Loading

SUNGAIPENUH-Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Adharianto, mendorong Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk memanfaatkan teknologi digital guna memastikan penerimaan daerah lebih optimal dan terhindar dari kebocoran.

“Pemkot Sungai Penuh diketahui tengah gencar melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan PAD. Salah satunya, dengan melakukan pendataan dan penagihan langsung atau door to door kepada sejumlah pelaku usaha dan wajib retribusi di berbagai sektor yang telah memiliki dasar hukum melalui peraturan daerah” ungkapnya.

Anggota Komisi 1 DPRD Kota Sungai Penuh, menilai langkah pemerintah daerah dalam memaksimalkan pendapatan daerah merupakan kebijakan yang tepat. Menurutnya, PAD menjadi salah satu sumber pembiayaan penting untuk mendukung pembangunan daerah, peningkatan pelayanan publik, hingga pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah.

Ia juga mengapresiasi keseriusan Pemerintahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Alfin-Azhar Hamzah dalam mengoptimalkan potensi pendapatan daerah yang selama ini belum tergarap secara maksimal. Namun, peningkatan PAD juga harus dibarengi dengan sistem pengelolaan yang modern, transparan, dan akuntabel.

Ia menyarankan agar ke depan sistem penarikan pajak maupun retribusi daerah tidak lagi dilakukan secara manual. Sebagai gantinya, pemerintah daerah dapat memanfaatkan layanan pembayaran digital melalui virtual account maupun mesin Electronic Data Capture (EDC) yang bekerja sama dengan perbankan seperti Bank Rakyat Indonesia maupun Bank Negara Indonesia

BACA JUGA:  Target Tumbuhkan Ekonomi, Wako Alfin Letakkan Batu Pertama Pembangunan KDMP

“Kita mendukung upaya wali kota untuk memaksimalkan peningkatan PAD. Ke depan dalam penarikannya bukan dilakukan secara manual lagi, tetapi bisa melalui virtual account atau menggunakan EDC,” ujarnya.

Lebih lanjut, dijelaskannya, penggunaan teknologi pembayaran digital memiliki banyak keuntungan. Selain mempercepat proses transaksi, sistem tersebut juga mampu meningkatkan transparansi karena seluruh pembayaran tercatat secara otomatis dan langsung masuk ke rekening kas daerah. Dengan demikian, potensi kebocoran penerimaan daerah dapat diminimalkan.

Lanjutnya, penerapan sistem pembayaran digital dapat diterapkan pada berbagai jenis penerimaan daerah, mulai dari retribusi parkir, pajak restoran dan rumah makan, sewa Gedung Nasional, hingga berbagai jenis pelayanan publik lainnya.

“Langkah ini dinilai sejalan dengan transformasi digital yang saat ini tengah diterapkan di berbagai daerah di Indonesia untuk meningkatkan tata kelola keuangan daerah yang lebih baik” pungkasnya.

BACA JUGA:  Hadiri Puncak HUT Partai NasDem, Wako Kami akan Membawa Perubahan untuk Sungai Penuh Kedepan

Oleh karena itu, Penggunaan EDC dan virtual account juga diyakini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dan pelaku usaha dalam melakukan pembayaran kewajiban daerah. Selain lebih praktis dan aman, sistem ini memungkinkan pemerintah daerah memperoleh data transaksi secara real time sehingga pengawasan terhadap penerimaan daerah menjadi lebih efektif.

“Dengan dukungan teknologi digital, target peningkatan PAD Kota Sungai Penuh diharapkan dapat tercapai sekaligus menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan, profesional, dan bebas dari potensi kebocoran pendapatan” ungkapnya lagi. (Red)