banner 728x250
Daerah  

Jalan Sungai Penuh-Tapan-Muko-Muko Aman Untuk Dilalui

Pemudik dan wisatawan melintas di jalur Sungai Penuh-Tapan yang membelah kawasan TNKS, Selasa (24/3/2026). ANTARA/Agus Suprayitno

Loading

SUNGAIPENUH-Akses jalan arus Balik di wilayah Kota Sungai Penuh menuju Tapan-Pesisr Selatan dan Bengkulu dalam kondisi aman untuk dilalui.

Perwira pengendali pos pelayanan puncak, Polres Kerinci Ipda Haryanto, menjelaskan kondisi jalan lintas dari Sungai Penuh menuju Pesisir Selatan jalur Tapan dalam kondisi baik

“Saat ini lancar saja, untuk arus balik dan menuju tempat wisata di sekitar puncak maupun Tapan semua baik dan terkendali,” kata dia dikutip dari Antara.

Namun ia tetap mengingatkan kepada masyarakat agar selalu berhati-hati di tengah intensitas hujan sering mengguyur wilayah Sungai Penuh dan Tapan.

Apalagi terdapat satu titik bekas longsor yang kini sedang ditangani oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi.

Lokasinya berada di dekat panorama puncak, Desa Sumur Gedang, Kecamatan Pesisir Bukit, Kota Sungai Penuh

Haryanto menambahkan selama masa libur Lebaran, pemerintah telah menyiagakan dua alat berat di lokasi, lengkap dengan operator, sebagai langkah antisipasi jika terjadi peristiwa longsor di jalur tersebut.

BACA JUGA:  Dalih Uang Perpisahan, Khaidirman: Sekolah Harus Fokus pada Pendidikan Bukan Euforia

Berdasarkan data informasi kondisi jalan yang dirilis Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, jalur Sungai Penuh menuju Tapan memiliki panjang mencapai 112,9 Kilometer.

Semua dalam kondisi baik, dengan panjang 111 kilometer (Km) aspal dan rigid beton sepanjang 1,9 Km.

“Di dekat pos pelayanan ada bekas longsor, tolong hati-hati. Disini pemerintah menyediakan alat berat, minyak maupun operatornya, termasuk personel dari TNI, Porlri, Satpol PP dan petugas medis,” katanya

Mun Asral, warga Sungai Penuh mengatakan jalur Tapan-Sungai Penuh selama ini menjadi akses penting penghubung wilayah Sumatera Barat, Bengkulu dan Jambi

Menurut dia, kondisi kemantapan jalan di jalur yang membelah Taman Nasional Kerinci Seblat berdampak terhadap sektor ekonomi dan pariwisata.

Hal itu dibuktikan dengan banyaknya masyarakat dari Muko-Muko (Bengkulu) dan Pesisir Selatan yang berwisata di dataran tinggi Kerinci dan Sungai Penuh.

BACA JUGA:  Sekda Ingatkan Disiplin ASN Dan Tekankan Peningkatan PAD

Sebaliknya banyak warga Kerinci dan Sungai Penuh berlibur ke Pesisir Selatan, karena kondisi jalan dalam kondisi baik.

“Dapat kabar jalannya bagus, kami putuskan ke Pesisir Selatan, menikmati suasana pantai. Kalau jalannya bagus, setiap lebaran jalur ini ramai, yang di bawah naik ke gunung, kami orang gunung turun ke bawah menikmati pantai,” jelas dia. (Red)