![]()
SUNGAIPENUH-Miris, inilah kata yang tepat untuk menggambarkan nasib pelajar di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN), di Kecamatan Pondok Tinggi Kota Sungai Penuh. Pasalnya siswa-siswi di SD tersebut harus belajar dengan beralaskan tikar.
Hal ini dampak dari pihak sekolah tidak menuruti aturan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah bahwa untuk penerimaan murid baru tahun 2025, melalui jalur Zonasi.
“Iya, seperti inilah keadaan SD Negeri Kecamatan Pondok Tinggi jauh dari kata layak. Bahkan guru di sini juga tidak memiliki ruangan seperti sekolah lainnya ada ruang majelis guru” ungkap salah seorang sumber minta namanya tidak ditulis. Senin (13/10/2025).
Kondisi seperti ini menurut sumber, sudah berlangsung sejak kepala sekolah yang sekarang.
Kita berharap kepada Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh untuk mengevaluasi kinerja Kepala Sekolah.
Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, ada unsur kesengajaan dari kepsek untuk menambah murid dengan tujuan dana Bos bisa diperoleh lebih banyak. Diduga pengelolaan di SD tersebut digunakan tidak sesuai dengan kebutuhan.
Untuk diketahui, SD Negeri pada tahun-tahun sebelumnya merupakan Sekolah Favorit di Kabupaten Kerinci sewaktu masih bergabung dengan Kota Sungai Penuh.
Faizal, salah satu aktivis meminta kepada Komisi 1 DPRD Kota Sungai Penuh untuk turun dan melihat kondisi sekolah ini.
“Kalau kegiatan belajar mengajar terus seperti ini gimana murid mau pintar,” keluhnya.
Hal ini jangan sampai dibiarkan, harus segera pemerintah untuk memberi fasilitas yang layak untuk murid.
“Mereka mungkin terpaksa demi untuk bersekolah di tempat diinginkannya. Ia minta kepsek nya agar segera dicopot” pintanya.
Pantauan media ini dilapangan, Selasa (14/10) terdapat beberapa Sekolah di Kecamatan Pondok Tinggi yang kekurangan murid, seperti SD 6, SD 3, SD bertingkat di Asrama Polisi. Sekolah ini murid kelas 1 tidak sampai dari 20 orang.
Sejauh ini, Kepsek SDN tersebut belum dapat dikonfirmasi. (DD)













