![]()
KERINCI-Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung dan BEM se-Kabupaten Kerinci serta Kota Sungai Penuh, menyoroti kasus korupsi Penerangan Lampu Jalan Utama (PJU) Kabupaten Kerinci yang menyeret sejumlah nama anggota DPRD.
Bahkan, dirinya menilai kasus PJU yang menurutnya tidak akan terjadi tanpa adanya keterlibatan oknum DPRD. “Jika tidak ada campur tangan dari DPRD, maka tidak akan ada korupsi di Kabupaten Kerinci,” ungkapnya.
“Kami kecewa karena kasus-kasus ini justru menyeret nama anggota DPRD. Kami dengan tegas menolak tunjangan rumah dinas DPRD Kabupaten Kerinci,” tegas Edilan, yang langsung disambut teriakan setuju dari mahasiswa lainnya. Selasa (2/9/2025) lalu. (Dikutip dari MetroJambi)
Edilan Kurniawan, Ketua Umum HMI Kerinci-Sungai Penuh, pada kesempatan tersebut menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja wakil rakyat di Kerinci.
Menurut dia, dalam beberapa tahun terakhir publik dihebohkan dengan kasus dugaan korupsi di DPRD Kerinci yaitu kasus tunjangan rumah dinas dan juga kasus korupsi Penerangan Jalan Umum (PJU) yang diduga menyeret sejumlah oknum anggota DPRD Kerinci.
Mahasiswa juga mendesak agar DPRD Kabupaten Kerinci bersikap transparan, menghentikan kebijakan yang merugikan masyarakat, serta mendukung upaya pemberantasan korupsi di daerah.
Dalam aksi demonstrasi di Gedung DPRD Kabupaten Kerinci ujung ladang, berjalan sukses dan tertib.
Mahasiswa dipersilahkan masuk gedung dan duduk bersama pimpinan dan anggota DPRD untuk menyampaikan aspirasi. (DD)













