banner 728x250

Merek Kolektif Koperasi Merah Putih. Wawako: Merek Bukan Sekedar Simbol atau Logo 

Wakil Walikota Sungai Penuh Azhar Hamzah, Membuka Secara Resmi Sosialisasi Diseminasi dan Edukasi Pendaftaran Merek Kolektif bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. (Dok)

Loading

SUNGAIPENUH-Pemerintah Kota (Pemkot) Sungai Penuh bekerjasama dengan Kementerian Hukum Republik Indonesia melalui Kantor Wilayah Jambi menggelar kegiatan Sosialisasi Diseminasi dan Edukasi Pendaftaran Merek Kolektif bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Kegiatan Sosialisasi berlangsung pada Jum’at (12/12/2025), bertempat di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh.

Acara tersebut dibuka oleh Wakil Walikota Sungai Penuh Azhar Hamzah. Turut dihadiri perwakilan Kanwil Kemenkumham Jambi, Diana Yuli Astuti, SH., MH, para asisten, serta tamu undangan lainnya.

Diana Yuli Astuti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan dunia usaha kini mengalami perubahan sangat cepat. Persaingan produk tidak hanya terjadi di ruang fisik, tetapi juga merambah ke digital dan berbagai platform pemasaran modern.

BACA JUGA:  Wujudkan Kedaulatan Pangan. Wako Alfin Lakukan Percepatan Tanam Padi di Hamparan Rawang

“Kota Sungai Penuh memiliki kekayaan sumber daya alam yang subur, dengan peluang besar untuk menembus pasar yang lebih luas. Namun potensi tersebut harus didukung identitas hukum yang jelas dan kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Wawako Azhar Hamzah,  menegaskan bahwa di era globalisasi dan ekonomi kreatif, merek bukan sekadar simbol atau logo, melainkan aset strategis yang mencerminkan kualitas, reputasi, dan jati diri komunitas ekonomi lokal.

“Diseminasi dan edukasi pendaftaran merek kolektif ini menjadi langkah penting agar produk-produk lokal tidak hanya dikenal luas, tetapi juga terlindungi secara hukum dari tindakan plagiasi, tiruan, dan persaingan tidak sehat,” kata Azhar.

BACA JUGA:  Kopdes Merah Putih Aur Duri Mulai Berjalan, Alfin Fokus Ekonomi Desa

Ia juga mengajak para pelaku usaha untuk terus berinovasi dan menjadikan merek kolektif sebagai identitas bersama yang membanggakan, mencerminkan nilai-nilai gotong royong, mutu, serta keunggulan produk lokal. (Red)