![]()
SUNGAIPENUH-Beroperasinya TPST Renah Kayu Embun disambut gembira oleh masyarakat Kota Sungai Penuh.
Persoalan sampah yang menjadi keluhan masyarakat bisa benar-benar tuntas dan tidak menjadi keluhan lagi.
Apalagi keluhan itu dimulai sejak 2010 paska ditutupnya TPA bersama dengan Kabupaten Kerinci di Pendung Talang Genting.
TPST Renah Kayu Embun disebut adalah solusi terbaik sambil menunggu adanya TPA Regional antara Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.
Untuk kelancaran pengoperasiannya, warga Kota Sungai Penuh berharap Wali Kota Sungai Penuh Alfin, untuk memperhatikan pengelolaan atau managerial.
Pasalnya, bagusnya solusi dan fasilitas yang diberikan oleh Wali Kota tanpa adanya managerial yang profesional, TPST tersebut akan patah ditengah jalan dan menjadi polemik lagi di kemudian hari.
“Kita selalu masyarakat sangat senang sekali dengan terobosan cepat dan solusi yang cepat dan tepat oleh pak Wali Kota Alfin,” ujar Vando warga Kota Sungai Penuh, Senin (6/10/2025).
“Meskipun diberikan berbagai fasilitas yang lengkap, tapi tidak dikelola dengan benar atau managerial ya amburadul, dikawatirkan akan menjadi masalah di kemudian hari,” ujarnya.
“Untuk mengelola TPST ini, pak Wako harus benar benar selektif menunjuk orangnya. Selain memiliki kemampuan managerial yang baik juga harus orang yang benar benar tulus dan ikhlas,” terangnya.
Dia mencontohkan, seperti petugas kebersihan dari mulai petugas sampah di roda tiga dan mobil, petugas di lokasi TPST jangan sampai gajinya terlambat.
Kemudian mekanisme kerjanya memang harus benar-benar diatur sebaik-baiknya.
Selain itu, dia juga memuji dalam pengelolaan sampah pada petugas penyapuan sekarang sudah baik dan efesien. Pasalnya, dari pandangannya, dengan jumlah petugas penyapuan sedikit kerja lebih efektif dan Kota Sungai Penuh sudah terlihat bersih.
“Kita melihat jumlah petugas penyapuan jauh berkurang, tapi hasilnya lebih bagus dan efektif sekali sekarang ini,” terangnya.
Kemudian dia juga memberikan masukan kepada Wali Kota untuk memperhatikan armada mobil sampah yang kurang memadai.
“Mobil sampah perlu diperbarui dan ditambah jumlahnya. Mobil sekarang sudah tua tua. Mobil sudah tua ban yang digunakan belum layak. Ini sangat perlu diperhatikan,” ujarnya.
“Keselamatan pengemudi dan petugas dimobil juga perlu diperhatikan keselamatannya. Apalagi, lokasi TPST medannya curam dan berbahaya. Ini sebelumnya pernah terjadi dengan mobil kebersihan saat menuju TPA RKE masa pemerintahan AJB sebelumnya,” ujarnya.
“Mobil sampah tidak sanggup naik dan nyaris masuk jurang,” ujarnya. (DD)













