banner 728x250
Daerah  

Listrik Padam Tiga Hari di Kerinci-Sungai Penuh. Warga Tuntut Kompensasi dari PLN

Loading

KERINCI-Padamnya listrik di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi tiga hari berturut-turut sejak Sabtu hingga kemarin Senin (19/5/2025). Membuat masyarakat da para pelaku usaha ‘Menjerit’.

Warga berharap pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberikan kompensasi sebagai bentuk tanggungjawab terhadap kerugian yang diderita warga dan pelaku usaha.

Hari ini (20/5) PLN menyatakan aliran listrik sudah normal. “Padamnya listrik tiga hari berturut-turut membuat kerugian yang dialami oleh konsumen yang tidak sedikit” kata Junaidi, salah satu konsumen PLN Selasa, (20/5).

Menurut dia, pihak PLN mestinya memberikan kompensasi kepada masyarakat bentuk tanggungjawab atas padamnya lampu selama tiga hari.

Bahkan, padamnya listrik disebabkan robohnya salah satu Tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET) di sekitar Puncak Bukit Muara Hemat, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci.

BACA JUGA:  Peduli Pendidikan, Kades Amrizal Bagikan Tas dan Buku Gratis.

“Tower tersebut merupakan bagian vital dari infrastruktur distribusi listrik ke wilayah Kerinci dan Sungai Penuh,” katanya.

Lanjutnya, kejadian mati lampu total yang disebabkan oleh SUTET kali ini adalah kejadian kedua. Seharusnya, PLN belajar dari kejadian masa lalu.

“Ini kejadian kedua mati lampu total karena tiang SUTET roboh. Mereka harusnya belajar,” ujar Junaidi.

Terpisah, Manajer PLN ULP Sungai Penuh, Eko Pitono, mengatakan aliran listrik sekarang sudah berjalan normal.

“Mulai malam tadi pukul 02.31, aliran listrik untuk Kerinci dan Sungai Penuh telah berjalan normal 100 persen,” kata Eko. Dikutip dari Kompas.com

Permintaan pembayaran kompensasi oleh warga, dirinya mengaku tidak memiliki kewenangan. “Kompensasi terjadinya listrik padam akibat tower roboh merupakan kebijakan dari PLN pusat,” tuturnya.

BACA JUGA:  Fahruddin Sebut Pemasangan Portal Jalan Depan Gedung Nasional Tidak Ada di RAB

Dirinya juga membenarkan bahwa Gangguan ini disebabkan oleh robohnya tower SUTET dan menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan identifikasi penyebab insiden tersebut.

“Kami sedang berupaya semaksimal mungkin untuk mengidentifikasi penyebab pasti robohnya tower dan segera melakukan perbaikan. Tim teknis kami sudah berada di lokasi untuk melakukan asesmen,” tambahnya. (Red)