banner 728x250
Daerah  

Masyarakat Adat Dusun Baru, Dasira dan Dusun Empih Sepakat Pasang Tapal Batas Wilayah Adat Bersama

Dok

Loading

SUNGAIPENUH-Masyarakat adat Dusun Baru, Dasira Sungai Penuh dan Dusun Empih akhirnya mencapai kesepakatan terkait pemasangan tapal batas wilayah adat. Kesepakatan tersebut lahir dalam pertemuan yang digelar di Rumah Gedang Dusun Baru pada Minggu malam, 20 Juni 2026.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu menjadi langkah penting dalam menjaga kejelasan batas wilayah adat sekaligus memperkuat hubungan antar masyarakat adat di kawasan tersebut. Sejumlah tokoh adat dari ketiga wilayah hadir untuk mencari solusi bersama melalui musyawarah.

Tokoh adat Dasira, Bambang, mengatakan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan keputusan yang telah dinantikan masyarakat. Menurutnya, seluruh pihak sepakat untuk turun bersama melakukan pemasangan tapal batas wilayah adat sesuai kesepakatan yang telah dicapai.

“Hasil pertemuan kita dengan Dusun Baru dan Dusun Empih sudah mencapai titik terang. Kita akan turun bersama untuk memasang tapal batas wilayah adat,” ujar Bambang, Minggu (21/6/2026) malam.

BACA JUGA:  Pimpin Patroli Malam Takbiran, Wako: Mari Kita Jaga Keamanan Agar Tetap Kondusif

Ia menjelaskan, pemasangan tapal batas akan dilaksanakan setelah rangkaian kenduri sko selesai digelar. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung secara bersama-sama dengan melibatkan unsur adat dari masing-masing wilayah.

“Berdasarkan hasil pertemuan tadi, kita akan turun bersama dari Rumah Gedang Dasira untuk melakukan pemasangan tapal batas wilayah adat,” katanya.

Kesepakatan ini disambut positif oleh tokoh adat Dusun Baru dan Dusun Empih. Mereka menegaskan bahwa proses pematokan batas wilayah akan dilakukan berdasarkan ketentuan adat yang berlaku serta menghormati kesepakatan yang telah dicapai melalui musyawarah.

Selain tokoh masyarakat, pertemuan tersebut juga dihadiri unsur Depati Bertiga dan Permenti Bertiga. Kehadiran para pemangku adat dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan proses pemasangan tapal batas berjalan lancar dan diterima seluruh masyarakat.

Tokoh adat yang hadir menyebutkan bahwa kegiatan pemasangan tapal batas nantinya akan melibatkan anak jantan dan anak betino dari masing-masing dusun. Keterlibatan generasi muda dianggap penting sebagai bentuk pewarisan nilai adat dan menjaga batas wilayah yang telah disepakati secara turun-temurun.

BACA JUGA:  Pemkot Sungai Penuh Fokus Penyelesaian Pembangunan TPST RKE

Dengan tercapainya kesepakatan ini, masyarakat berharap tidak ada lagi perbedaan pandangan mengenai batas wilayah adat di masa mendatang. Musyawarah yang menghasilkan mufakat tersebut menjadi bukti bahwa persoalan adat dapat diselesaikan melalui dialog, kebersamaan dan penghormatan terhadap nilai-nilai leluhur yang masih dijaga hingga saat ini. (DD)