![]()
SUNGAIPENUH-Proses relokasi pedagang jalan M Yamin ke pasar Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh, tidak kunjung tuntas. Padahal sudah 3 bulan sejak April 2026 hingga sekarang (Juli) paska penertiban.
Informasi yang didapat, sejumlah pedagang kembali melakukan aktivitas berjualan di sepanjang trotoar M Yamin.
“Seharusnya sepanjang jalan M Yamin tidak ada lagi aktivitas dagang ataupun payung, sesuai dengan arahan bapak Wali Kota Sungai Penuh Alfin, agar trotoar di kembalikan ke fungsi awal, dan tidak ada lagi pedagang atau payung di sepanjang jalan M Yamin” kata Deni warga Kota Sungai Penuh, Kamis (2/7/2026).
Menurut dia, selama ini pedagang yang berjualan di trotoar dinilai merusak wajah Kota dan mempersempit jalan.
Padahal program yang di gagas oleh Wali Kota Sungai Penuh Alfin, di setujui oleh masyarakat dan pedagang. Menurut mereka, dengan adanya penataan pedagang dan penertiban payung, membuat wajah Kota semakin elok.
Keseriusan Pllt Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jumadil, mulai dipertanyakan. Deni, warga Kota Sungai Penuh menilai ini kinerja Asal Bapak Senang (ABS). Menurutnya, sudah hampir dua bulan relokasi pedagang agar berjualan di pasar Tanjung Bajure tak kunjung rampung.
“Butuh kinerja, bukan hanya seremonial atau omon-omon untuk merelokasi pedagang ke tanjung bajure” ujar Deni, dengan nada kecewa.
Oleh karena itu, Wako perlu mengevaluasi kembali orang-orang yang mengurus pasar, mulai dari ASN hingga petugas yang ditunjuk dari Dinas.
“Ya, perlu seluruh petugas di pasar tanjung Bajure. Pasalnya, masih banyak yang lama menduduki tanjung Bajure” ungkapnya.
Ia menambahkan, sebenarnya pedagang mengikuti apa arahan pemerintah. Anehnya, kok masih ada pedagang berjualan di trotoar, ucapnya.
Sejauh ini, belum diperoleh konfirmasi resmi dari Plt Disperindag Kota Sungai Penuh Jumadil, terkait masih adanya aktivitas jual beli di luar pasar Tanjung Bajure. (DD)













