![]()
KERINCI-Pertemuan antar unsur Cipayung di wilayah Kerinci dan sungai penuh memicu tanda tanya besar. Pasalnya, salah satu kepengurusan OKP mengaku tidak mengetahui dan tidak pernah diberi pemberitahuan resmi terkait agenda tersebut.
Kondisi ini langsung menimbulkan kecurigaan. Mengapa pertemuan yang mengatasnamakan forum bersama justru tidak melibatkan seluruh unsur kepengurusan? Jika forum itu sah dan terbuka, semestinya komunikasi dilakukan secara transparan, bukan terbatas dan tertutup.
Sumber internal menyebutkan, momentum pertemuan yang berlangsung menjelang Idulfitri semakin memperkuat spekulasi publik. Apakah agenda tersebut murni konsolidasi organisasi, atau ada kaitannya dengan manuver menjelang “musim pundi-pundi Lebaran”?
Publik tentu berhak bertanya. Apalagi sebelumnya beredar isu dugaan gerakan “menjemput” THR yang kerap muncul setiap menjelang hari raya. Jika benar ada agenda tersembunyi, maka ini bukan sekadar persoalan etika organisasi, tetapi menyangkut integritas gerakan kepemudaan itu sendiri.
Organisasi kepemudaan seharusnya menjadi ruang kaderisasi, gagasan, dan kontrol sosial yang bermartabat—bukan ruang negosiasi kepentingan musiman. Transparansi adalah kunci. Jika tidak ada yang disembunyikan, mengapa harus tertutup?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi. Keterbukaan sangat diperlukan agar tidak muncul spekulasi liar yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap marwah organisasi. (Red)









