banner 728x250
Daerah  

Investasi Besar Tak Terpakai: Dua Gedung RS Kerinci Kosong Bertahun-tahun

Salah Satu Rumah Sakit Milik Kabupaten Kerinci Hingga Kini Belum Mempunyai Alkes.v(Dok Net)

Loading

KERINCI-Dua gedung yang semestinya menjadi fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Kerinci kini berdiri tanpa fungsi. Kedua bangunan tersebut satu di Ujung Ladang, Kecamatan Gunung Kerinci, dan satu lagi di Kecamatan Bukit Kerman dibangun menggunakan anggaran miliaran rupiah dari APBD Kerinci, namun hingga kini belum dimanfaatkan sebagai rumah sakit seperti rencana awal.

Gedung Ujung Ladang Kecamatan Gunung Kerinci merupakan bangunan yang dahulu difungsikan sebagai kantor DPRD Kabupaten Kerinci. Setelah dialihfungsikan menjadi rumah sakit dan dilakukan renovasi menggunakan anggaran daerah, bangunan itu tetap belum beroperasi. Statusnya kini menggantung tanpa kejelasan arah pemanfaatan dan tanpa aktivitas layanan kesehatan.

Nasib serupa terjadi pada bangunan rumah sakit di Bukit Kerman. Gedung yang juga dibangun dengan menggunakan dana daerah itu bahkan tidak pernah dipakai sejak selesai dibangun. Fasilitas tersebut dibiarkan terbengkalai, memperlihatkan tanda-tanda kurang perawatan, dan menjadi simbol ketidakefektifan perencanaan pembangunan sektor kesehatan di daerah.

BACA JUGA:  Pastikan Pekerjaan Jalan Bukit Semancik Sesuai Target. Wawako Tinjau Kondisi Dilapngan

Kondisi kedua gedung ini memunculkan kritik dari masyarakat. Mereka menilai pemerintah daerah belum mampu memberikan kepastian terhadap proyek-proyek yang sudah menghabiskan anggaran besar. Sebagian warga menilai bahwa pembangunan yang tidak dilanjutkan dengan pemanfaatan yang jelas hanya akan membebani daerah tanpa memberi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

Seorang sumber yang mengetahui proses pembangunan kedua gedung itu menyebutkan bahwa anggaran yang digelontorkan tidak kecil. “Sayang sekali, dana miliaran rupiah sudah dikeluarkan, tapi gedung-gedung itu tidak dipergunakan sebagaimana mestinya,” ujarnya. Ia menilai mangkraknya fasilitas kesehatan ini menunjukkan lemahnya koordinasi dan perencanaan di tingkat pemerintah daerah.

Sumber itu juga mempertanyakan mengapa pemerintah daerah tidak segera melakukan pengisian tenaga kesehatan, penempatan alat, atau penyesuaian regulasi agar bangunan tersebut dapat fungsional. Menurutnya, jika dibiarkan terlalu lama, kerusakan fisik bangunan akan semakin besar dan menimbulkan beban biaya tambahan di masa depan.

Sejumlah masyarakat berharap pemerintah Kabupaten Kerinci segera memberikan penjelasan mengenai arah dan masa depan kedua gedung tersebut. Mereka menilai bahwa dengan kebutuhan layanan kesehatan yang terus meningkat, membiarkan fasilitas siap pakai tidak dimanfaatkan adalah bentuk pemborosan yang tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.

BACA JUGA:  Waduh!! Inspektorat Temukan Penyimpangan DD Pelayang Raya

Hingga kini, pemerintah Kabupaten Kerinci belum memberikan pernyataan resmi terkait nasib gedung rumah sakit di Ujung Ladang dan Bukit Kerman. Publik menunggu kejelasan apakah kedua bangunan itu akan difungsikan, dialihkan, atau kembali menjadi proyek mangkrak yang menumpuk dalam daftar panjang persoalan infrastruktur daerah. (DD)