banner 728x250
Daerah  

Pengawasan Proyek Revitalisasi Sejumlah Sekolah di Kota Sungai Penuh Tidak Berjalan Maksimal

Pembangunan WC Sekolah SMP 6 Kota Sungai Penuh. (Foto DD)

Loading

SUNGAIPENUH-Sebanyak 12 sekolah di Kota Sungai Penuh, Jambi mendapatkan bantuan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud), melalui program revitalisasi satuan pendidikan untuk SD dan SMP.

Seperti diketahui, Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang mengelola langsung dana pembangunan Sekolah.

Anggaran Revitalisasi Sekolah di Kota Sungai Penuh tahun anggaran 2025 nilai keseluruhan sebesar Rp 5,5 miliar bersumber dari APBN.

Disalurkan dalam bentuk dana yang bervariasi antara Rp 300 juta hingga Rp 800 juta per sekolah, dengan tujuan meningkatkan fasilitas pendidikan yang ada di wilayah Kota Sungai Penuh. Proyek fisik revitalisasi ini dilaksanakan dengan menggunakan sistem swakelola, pihak sekolah bertanggung jawab langsung dalam pelaksanaan pembangunan.

Namun, dalam pelaksanaannya, ada sejumlah kendala yang ditemui. Salah satunya adalah kurangnya pengawasan dari konsultan perencana maupun pengawas yang seharusnya selalu hadir di lokasi proyek.

Salah satu Kepala Sekolah (Kepsek) SDN penerima proyek Revitalisasi mengungkapkan, sekolahnya mendapat bantuan revitalisasi pembangunan WC. Namun, ia mencatat bahwa konsultan perencana jarang hadir di lokasi pembangunan, karena satu konsultan perencana menangani hingga beberapa sekolah sekaligus.

BACA JUGA:  Azhar Hamzah Hadiri HUT Pesisir Selatan Ke-78

“Konsultan perencana dan pengawas katanya menangani beberapa sekolah, makanya jarang berada di sekolah. Mereka pantau pekerjaan sekolah melalui grup WhatsApp,” jelasnya saat ditemui di sekolahnya, Sabtu (20/9/2025).

Hal senada juga disampaikan guru lainnya. Ia menyebutkan konsultan perencana dan pengawas kadang tidak hadir di sekolah, padahal sekolahnya juga mendapatkan bantuan revitalisasi  untuk membangun ruang administrasi dan toilet. “Upah tukang kami bayar sampai pekerjaan selesai. Beberapa alat pertukangan juga kami beli, seperti ember plastik, ” ujarnya.

Pantauan media Wartabaru.com dibeberapa sekolah yang menerima bantuan Revitalisasi, tidak ditemui adanya Konsultan maupun Pengawas di sekolah.

Informasi yang diperoleh, baru beberapa hari belakangan kadis Pendidikan Kota Sungai Penuh melihat pekerjaan yang sedang dilaksanakan.

BACA JUGA:  Satgas Drainase PUPR Kota Sungai Penuh dan Masyarakat Rawang Melaksanakan Goro Bersama

Minimnya pengawasan dari konsultan atau pengawas, kuat dugaan pekerjaan akan dikerjakan asal-asalan.

Bantuan dari pemerintah pusat untuk merevitalisasi sekolah di Kota Sungai Penuh, bukan datang begitu saja, tetapi membutuhkan perjuangan dan kolaborasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Demi mewujudkan

Diketahui, jumlah sekolah yang menerima bantuan Revitalisasi Sekolah di Kota Sungai Penuh sebanyak 12 Sekolah, dengan rincian jenjang SD 7 Sekolah Negeri. 1 Swasta total 8 Sekolah. Sedangkan  SMP sebanyak 4 Sekolah. (DD)