banner 728x250

Kurangi Sampah Plastik, Warga Kota Sungai Penuh Diimbau Bawa Tas Belanja Sendiri

Sungai Batang Merao Depan Mesjid Raya Kota Sungai Penuh. (Dok)

Loading

SUNGAIPENUH-Pemerintah Kota Sungai Penuh, menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi pengunaan kantong plastik sekali pakai. Kantong plastik selain dapat merusak lingkungan yang sulit diurai juga dapat merusak kesehatan manusia, untuk itu penggunaanya harus dikurangi.

Hal itu dikatakan Walikota Sungai Penuh Alfin, pada hari Tanpa Kantong Plastik 3 Juli 2025 lalu. Dirinya juga mengajak masyarakat untuk membawa kantong sendiri saat belanja, tidak membuang sampah ke sungai, dan mulai peduli pada lingkungan sekitar.

“Kondisi sungai di Kota Sungai Penuh saat ini memerlukan perhatian bersama. Banyak aliran sungai yang mulai tercemar akibat sampah rumah tangga, terutama plastik yang sulit terurai.

“Sungai bukan tempat sampah. Kita semua bertanggung jawab menjaga aliran air tetap bersih, karena dampaknya langsung terasa, kita akan terhindar dari banjir, pencemaran air, sampai terganggunya kesehatan masyarakat,” ujar Wako Alfin. Dilansir dari inbrita.com

BACA JUGA:  Eks Kabid Dikdas Kota Sungai Penuh Gagal Seleksi Administrasi Eselon II Pemkab Kerinci

Lanjutnya, Pemkot Sungai Penuh, terus memperkuat edukasi lingkungan, termasuk dengan menggalakkan penggunaan kantong ramah lingkungan di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan, ungkapnya.

Untuk diketahui, Hari Tanpa Kantong Plastik pertama kali diperingati pada tahun 2008 atas inisiatif organisasi Zero Waste Europe. Momen ini dijadikan kampanye global untuk menekan penggunaan plastik sekali pakai yang kian merusak ekosistem.

Bagi kota seperti Sungai Penuh yang memiliki banyak aliran sungai dan wilayah pemukiman padat, masalah sampah plastik menjadi tantangan nyata. Plastik yang dibuang ke sungai dapat menyumbat saluran air dan menjadi sumber bencana saat musim hujan.

BACA JUGA:  Pemkot Sungai Penuh Ikuti Assessment ProASN untuk Pemetaan Kompetensi ASN

“Saya berharap ini menjadi kebangkitan kesadaran kolektif. Kalau bukan kita yang menjaga Kota Sungai Penuh, siapa lagi?” ujar orang nomor satu di Bumi Sahalun Suhak Salatih Bdei. (DD)