banner 728x250
Daerah  

Dewan Minta BPK Audit Anggaran Program E-Teaching Diknas Kota Sungai Penuh

Gedung DPRD Kota Sungai Penuh. (Ist)

Loading

SUNGAIPENUH-Wakil Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hardizal, meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengaudit menyeluruh terhadap program E-Teaching dan item lainnya yang dianggap bermasalah.

“Ini sangat disayangkan. Program ini menyedot anggaran besar, tetapi tidak bermanfaat. Guru tidak tahu cara menggunakan aplikasi. Bahkan tidak ada pelatihan atau sosialisasi sebelumnya. Sekolah seolah-olah dipaksa “membeli” ungkap Hardizal yang biasa disapa Ncu.

Menurutnya, program ini dinilai tidak melalui perencanaan yang matang dan terkesan dipaksakan. Terkait pengadaan sampul rapor. Politisi PDIP ini menyebutkan, adanya pemborosan anggaran yang harus segera dievaluasi.

“Kalau sudah dianggarkan melalui dana BOS sekolah. Kenapa masih ada pengadaan dari Dinas? Ini tidak efisiensi dan patut dipertanyakan” ujar Ketua DPC PDIP Kota Sungai Penuh.

Dijelaskannya lagi, DPRD berencana melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke sejumlah sekolah, guna melihat langsung keberadaan dan pengunaan aplikasi E-Teaching serta memastikan dugaan tumpang tindih anggaran.

BACA JUGA:  Pemkot Sungai Penuh dan Jambi Bangun Kerjasama Multi Sektor

“Kami akan turun ke lapangan. Kami ingin memastikan aplikasi benar-benar digunakan atau menumpuk diruang rak guru” ujarnya.

Ia juga mengungkpakan, DPRD akan mengawal persoalan ini hingga tuntas. Agar dana pendidikan tidak salahgunakan untuk proyek-proyek yang tidak memberi dampak nyata bagi tenaga pendidik, ungkapnya.

Perlu diketahui, Program digitalisasi pendidikan melalui E-Teaching yang diluncurkan Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh tahun anggaran 2022, dinilai gagal dan tidak bermanfaat bagi kualitas pendidikan.

Parahnya lagi, harga E-Teaching per unit Rp 3,3 juta, dianggarkan melalui dana BOS. Bahkan, sejumlah sekolah dituntut untuk membeli.

Adapun merek per unit nya sebagai berikut, Bleanded Leaming, Visual Leaming System, Maker Slide, Digboat hingga Live Cam Contents.

Menurut pengakuan dari salah satu Kepala Sekolah di Kota Sungai Penuh, minta namanya tidak ditulis, membenarkan tiap sekolah wajib membeli VCD kosong,

BACA JUGA:  Jalan Menuju Objek Wisata Pemancar Kota Sungai Penuh Dikerjakan Tahun Ini

“Kami dipaksa membeli, tapi tidak bisa digunakan. Aplikasi berbentuk VCD dan tidak bisa dibuka. Sama sekali tidak bermanfaat” ungkapnya. Kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Hingga berita ini dipublis, belum diperoleh informasi resmi dari Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh, terkait pembelian E-Teaching tahun 2022. (DD)