banner 728x250
Hukrim  

Ketua Parpol dan Dewan Provinsi Dapil Kerinci-Sungai Penuh Diduga Menerima Aliran PJU Kerinci

Loading

KERINCI-Tiga ketua Partai Politik (Parpol) di Kabupaten Kerinci, Jambi diduga ikut menerima aliran dana proyek Penerangan Lampu Jalan Utama (PJU) di Dinas Perhubungan (Dishub).

Proyek PJU tahun 2023 ini merupakan Pokok Pikiran (Pokir) dewan Kerinci. Informasi yang diperoleh, PJU awalnya dianggarkan pada DPA murni  Rp 3,4 Milliar dan pada APBD Perubahan Rp 2,1 Milkiar, dengan total keseluruhan sebesar Rp 5,5 Milliar.

“PJU ini kan merupakan aspirasi dewan, menurut undang-undang itu sah. Kalau sudah ikut serta mengatur proyek dan menerima aliran dana, merupakan tindakan pelanggaran hukum” ujar sumber kepada media ini, Selasa (29/7/2025).

Selain itu, didalam pembelian dan memecah  menjadi 41 paket diduga melibatkan dewan, ungkapnya.

BACA JUGA:  Dewan Provinsi Jambi Diduga Terlibat Kasus Korupsi PJU Kerinci

“Ya, tiga nama ketua parpol ini diduga menerima aliran dana PJU. Ketiganya, Yakni Boy Edwar (Golkar), Irwandri (Gerindra) Muksin Zakaria (PAN)” bebernya.

Perlu diketahui, kasus dugaan korupsi PJU di Dishub Kabupaten Kerinci. Kejaksaan Negeri Sungai Penuh sudah menetapkan 9 tersangka.

Terkait hal tersebut, Irwandri Ketua DPRD Kabupaten Kerinci, hingga kini belum dihubungi. Meskipun upaya untuk mendapatkan hak jawab sudah dilakukan.

Febri, warga Kabupaten Kerinci menyayangkan anggota dewan Provinsi Jambi Dapil Kerinci-Sungai Penuh diduga ikut menerima aliran dana proyek PJU. Dewan tersebut diantaranya, Edminudin (Gerindra), Arwinyanto (PKB) dan Amrizal (Golkar).

Ketiganya pada saat itu berperan penting saat masih menjabat sebagai DPRD Kabupaten Kerinci seperti Edminudin (Ketua), Arwiyanto (Ketua Komisi 3) dan Amrizal (Banggar), mustahil mereka tidak mengetahui hal ini, ujar Febri.

BACA JUGA:  Kejari Didesak untuk Menetapkan 13 Dewan Sebagai Tersangka Kasus PJU Kerinci

“Selain diduga terlibat menerima aliran dana PJU. Kinerja mereka sebagai dewan provinsi dinilai tidak memperhitungkan aspirasi masyarakat khususnya Kerinci-Sungai Penuh”.

Bahkan, proyek strategis untuk Kerinci-Sungai Penuh tahun 2025 minim. Hanya ada penunjukan langsung, itupun senilai dibawah seratus juta. (DD)