![]()
SUNGAIPENUH-Selain jarang ngantor, kinerja Kadis Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Sungai Penuh Safrizal, kembali disorot. Pasalnya, capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) jauh dari target yang telah ditetapkan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh wartabaru.com target PAD yang dibebankan kepada Disperindag tahun 2024 sebesar Rp 1,8 milyar, namun realisasinya mencapai Rp 500 juta atau sekitar 30 persen.
Untuk diketahui, Sumber pendapatan berasal dari penyewaan kios pedagang dan lapak pedagang di Pasar Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh.
Selain itu, penarikan sewa lapak pedagang yang dipungut oleh petugas berkisar Rp 2000 hingga Rp 4000. Sedangkan kios di pasar beringin dipungut diluar dari karcis.
Herman Putra, salah satu aktivis menyoroti rendahnya capaian PAD di Disperindag Kota Sungai Penuh tahun 2024. Target yang ditentukan sebesar Rp 1,8 milyar, hanya terealisasi sebesar Rp 500 juta atau sekitar 30 persen.
“PAD dari sewa lapak pedagang jauh dari harapan, kadis Disperindag Safrizal dinilai tidak mampu untuk berkerja” ujar Herman, kepada wartabaru.com Senin (21/4).
Kalau merasa tidak mampu untuk berkerja lebih baik mundur. “Ya, lebih baik mundur saja dari pada hanya ABS” imbuhnya
Oleh karena itu, Wako Alfin, agar segera mengevaluasi kinerja Kadis Disperindag dan lainnya, ungkap Herman.
Pantauan dilapangan, selain pedagang yang menggunakan lapak, pedagang yang tidak memakai lapak juga dipungut.
Kadis Disperindag Kota Sungai Penuh Safrizal, dikonfirmasi terkait rendahnya capaian PAD sektor sewa lapak pedagang tahun 2024. “Nanti ya lagi pleno dengan komisi 2” kata Safrizal, saat dikonfirmasi Via WhatsApp, Senin (21/4). (DD)













