banner 728x250
Daerah  

PAD Retribusi Tiap Tahun Merugi, Kinerja Kasi Terminal Dinilai Tidak Becus

Kondisi Terminal Angkutan Desa Kota Sungai Penuh. (Dok)

Loading

SUNGAIPENUH-Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sungai Penuh sektor Retribusi di terminal Angkutan Desa (Angdes) diduga tiap tahun mengalami kebocoran.

Hal ini disebabkan sistem pengelolaan yang tidak jelas, pengawasan yang lemah dan tidak adanya kejujuran pejabat yang telah ditunjuk sebagai pengelola PAD.

“Diduga kuat Kasi Terminal kurang transparansi dalam mengelola keuangan sektor retribusi” kata Amir warga Kota Sungai Penuh.

Menurut dia, pejabat seperti ini segera dicopot atau diganti. “Untuk apa dipertahankan pejabat seperti ini. Sudah saatnya pak Wako Alfin, mengganti pejabat ini” sebut Amir.

Menurut informasi, setoran dengan karcis yang terjual dinilai tidak sama. Padahal berapa banyak mobil keluar masuk terminal tiap hari dari pagi hingga sore.

Tarif satu mobil yang masuk terminal Rp 3.000 (Sedan, Jeep, Mini Bus, Pick Up dan Lainnya.

Parahnya lagi, didalam terminal banyak  parkir ilegal. Anehnya, pihak dishub tutup mata kondisi seperti itu.

BACA JUGA:  Dewan Minta Dishub Segera Tertibkan Mobil Rongsokan Parkir Sembarangan

“Aneh, dan tidak masuk akal kalau retribusi yang diambil dari mobil yang keluar terminal mengalami kerugian” ujar Hendra warga Kota Sungai Penuh, Kamis (13/11/2025).

Ia menambahkan, penghasilan untuk satu bulan 7.500 (Tujuh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) kali satu tahun berkisar Rp 90 juta rupiah, tambahnya.

Dijelaskannya, itu baru retribusi mobil yang keluar dari terminal, belum lagi mobil yang parkir didalam terminal seperti mobil box, Fuso dan lainnya yang melakukan bongkar muat, dipungut uang parkir. Namun karcisnya dengan warna berbeda, jelasnya

Berdasarkan informasi, ada dua macam warna karcis Kuning dan Merah. Warna kuning mobil keluar masuk, kuning untuk mobil yang parkir

Tarif untuk mobil parkir didalam terminal dikenakan Rp 5.000 untuk satu kali parkir. Untuk satu bulan Rp 15 juta kali untuk satu tahun senilai Rp 1.800 (Seratus Juta Delapan Ratus Rupiah).

BACA JUGA:  Alfin Bawa Kota Sungai Penuh Jadi Pilot Projek Dalam Pengelolaan Sampah Tingkat Nasional

Biar tidak berlarut-larut, Wali Kota Sungai Penuh Alfin, segera mengganti petugas dinas Perhubungan di terminal angkot.

“Ya, kasi terminal harus segera diganti. Supaya PAD untuk kota sungai penuh sektor terminal memenuhi target” ungka Andi.

Diduga kuat Kasi Terminal Melakukan kongkalingkong. Kasi Parkir Nova, dikonfirmasi terkait hal tersebut seakan tidak peduli apa yang terjadi di terminal. Bahkan dirinya seakan tutup mata. (DD)