banner 728x250
Daerah  

Dampak Normalisasi Sungai Batang Merao, Banjir di Kota Sungai Penuh Mulai Teratasi

Sungai Batang Merao Setelah Di Normalisasi. (Dok)

Loading

SUNGAIPENUH-Banjir yang kerap terjadi di sstiap memasuki musim penghujan di wilayah Kota Sungai Penuh, kini sudah mulai teratasi. Dibawah kepemimpinan Alfin-Azhar Hamzah, Sungai Batang Merao dilakukan pembersihan dan Normalisasi.

Dengan adanya Normalisasi ini berdampak langsung bagi warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai Batang Merao. Saat memasuki musim penghujan daerah ini menjadi langganan banjir, sejak di normalisasi mereka merasa nyaman.

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, menyampaikan, permasalahan banjir yang sebelumnya kerap terjadi setiap musim penghujan di sejumlah wilayah Kota Sungai Penuh kini berangsur teratasi.

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan hasil dari program normalisasi sungai yang dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi.

BACA JUGA:  Proyek Irigasi Rp 12 Miliar di Kerinci Menuai Sorotan.

“Alhamdulillah, dampak dari normalisasi sungai ini sudah mulai dirasakan masyarakat. Daerah yang dulu langganan banjir saat musim hujan, sekarang jauh lebih aman,” ujar orang nomor satu di bumi sahalun suhak salatuh bdei, Senin (2/2/2026).

Lebih lanjut, bg Alfin menyampaikan bahwa normalisasi sungai tidak hanya dirasakan dalam pengurangan risiko banjir, tetapi juga berdampak langsung pada sektor pertanian. Sejumlah lahan persawahan yang selama puluhan tahun terbengkalai akibat genangan air kini dapat kembali diolah oleh masyarakat, ungkapnya.

“Selain banjir berkurang, sawah-sawah yang lama tidak bisa digarap sekarang sudah mulai dimanfaatkan kembali. Ini tentu menjadi harapan baru bagi petani,” jelasnya.

BACA JUGA:  Menuju Kota Sungai Penuh Juara: Pasar Beringin Jaya Siap Jadi Simbol Pasar Rakyat Modern

Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Sungai Penuh, akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan program pengendalian banjir berjalan berkelanjutan, demi meningkatkan kesejahteraan dan kenyamanan masyarakat, pungkasnya. (DD)