banner 728x250
Daerah  

Galian Tanah Timbunan Kampus STKIP Disorot, Warga Keluhkan Jalan Rusak dan Debu

Istimewa

Loading

SUNGAIPENUH-Warga Kumun Hilir, Kota Sungai Penuh dirundung keresahan. Pasalnya, lalu lintas dum truk pengangkut material tanah untuk pembangunan kampus STKIP Sungai Penuh, mengakibatkan bahu dan badan jalan sepanjang lebih kurang 500 meter mengalami kerusakan.

Menurut informasi dari warga setempat, material tanah timbunan diambil dari kawasan perbukitan sekitar Dapadan. Kemudian diangkut menggunakan mobil dump truck menuju lokasi pembangunan kampus STKIP di depan rumah dinas Wali Kota Sungai Penuh.

Warga juga menyebut dump truck melintas setiap menit membawa tanah timbunan dari Kumun Hilir menuju Ulu Air. “Jalan ini bukan diperuntukkan untuk angkutan material berat” ujar warga, Kamis (24/9/2026).

BACA JUGA:  Jalan Sungai Penuh-Tapan-Muko-Muko Aman Untuk Dilalui

Tidak hanya kerusakan jalan, persoalan debu juga menjadi keluhan serius. Dum truk pengangkut tanah keluar masuk lokasi proyek , sementara penyiraman jalan dinilai belum dilakukan secara memadai.

Warga berharap pihak yang bertanggung jawab terhadap kegiatan tersebut segera melakukan langkah pengendalian debu, termasuk penyiraman jalan secara rutin selama aktivitas pengangkutan berlangsung.

Sebagai bentuk protes agar kendaraan tidak menggunakan bahu jalan, warga terpaksa memasang pot dan pembatas jalan di sejumlah titik.
.
Perlu diketahui, masyarakat bukan mempertanyakan pembangunan kampusnya, melainkan aktivitas pengambilan material. Dan lalu lintas kendaraan angkutan tanah, menyebabkan kerusakan jalan permukiman serta dampak lingkungan yang ditimbulkan.

BACA JUGA:  Luar Biasa..!! Pergelaran Seni dan Budaya Rio Jayo Sungai Penuh

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kampus STIKIP Sungai Penuh mengenai keluhan warga terkait lalu lalangnya dum truk material, mengakibatkan jalan mereka menjadi rusak. (DD)