banner 728x250
Daerah  

Menjelang Reshuffle Kabinet Alfin-Azhar Hamzah, Tingkat Kehadiran OPD Menuai Sorotan

Wali Kota dan Wakil Walikota Sungai Penuh Alfin-Azhar Hamzah. (Dok Net)

Loading

SUNGAIPENUH-Menjelang pengumuman reshuffle, Kabinet Wali Kota dan Wakil Walikota Sungai Penuh Alfin-Azhar Hamzah, tingkat Kehadiran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintahan Kota Sungai Penuh dinilai menurun.

Namun terlihat dibeberapa agenda penting Wali Kota maupun Wakil Walikota, kehadiran pejabat eselon II, III dan IV jauh menurun

Pantauan Wartabarumcom di gedung DPRD Kota Sungai Penuh saat sidang Paripurna terlihat banyak kursi SKPD yang kosong. Begitu juga absen jauh dari separo pejabat tidak hadir saat Paripurna.

Hal serupa juga terjadi di setiap Dinas Lingkup Pemkot Sungai Penuh. Bahkan mereka beralasan tidak ada yang ingin dikerjakan. “Semua sudah dipangkas” ujar salah satu Kabid.

“Ini perlu menjadi perhatian serius untuk Wali Kota dan Wakil Walikota Sungai Penuh Alfin-Azhar Hamzah kedepan. Sebab paripurna hal yang penting dan menyangkut kepentingan masyarakat” kata Salmi, Warga Kota Sungai Penuh, Senin (4/8/2025).

BACA JUGA:  Disdik Sungai Penuh Sambut Kunker Komisi IV DPRD Perssel. Bahas Berbagai Program Strategis

Ia menambahkan, hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, jika perlu diberi sanksi agar hal serupa tidak terulang lagi. “Jangan reshuffle menjadi alasan untuk tidak menghadiri agenda resmi pemerintah kota sungai penuh” tambahnya.

Informasi yang diperoleh Wartabarumcom dari berbagai sumber bahwa Kabinet Wali Kota dan Wakil Walikota Sungai Penuh Alfin-Azhar Hamzah, setingkat Sekretaris, Kabid dan Kasi, akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Sementara itu, Iwan Setiawan, salah satu Pengamat menilai perlu diberi peringatan keras agar tidak ada lagi SKPD maupun pejabat mulai dari Sekretariat hingga Fungsional yang melakukan hal serupa.

Menurutnya, paripurna merupakan hal yang penting dan SKPD pejabat lainnya wajib hadir. Ini menyangkut masa depan masyarakat Kota Sungai Penuh, ujarnya.

Bahkan, ia juga menilai kinerja ASN Kota Sungai Penuh mendua, sebelum adanya reshuffle kabinet oleh Wali Kota. “Ya, mereka beranggapan untuk apa berkerja nanti juga akan diganti” ungkapnya.

BACA JUGA:  Pemkot Sungai Penuh Menata Kembali Kantor Dinas/Badan

Ia meminta kepada Wali Kota pejabat yang seperti ini agar tidak dipakai. Dari sini dapat dilihat bahwa pejabat tersebut hanya mencari keuntungan bukan untuk mensejahterakan rakyat sesuai dengan Visi-Misi Walikota-Wakil Walikota, pintanya. (DD)