![]()
SUNGAIPENUH-Sejumlah pedagang dalam terminal angkutan desa (Angdes) Kota Sungai Penuh resah, adanya dugaan pungutan liar (Pungli) berkedok uang kebersihan.
Menurut informasi, tiap pedagang dipungut 2 hingga 5 ribu rupiah, setiap pungutan tanpa menggunakan karcis resmi yang dikeluarkan oleh Instansi terkait. Dan pungli diduga dilakukan oleh Kepala Terminal.
Seperti diketahui bahwa honor untuk petugas kebersihan telah dibayar oleh Dinas Perhubungan Kota Sungai Penuh.
“Ya benar, mereka meminta ke pedagang dengan alasan uang kebersihan, tanpa menggunakan karcis. Tiap pedagang dipungut dari 2 ribu, malah ada yang lebih” ungkap salah satu pedagang, minta namanya tidak ditulis saat ditemui Wartabaru.com pada Sabtu (26/7/2025).
Salah satu petugas kebersihan saat dikonfirmasi membantah telah melakukan pungli. Menurutnya, untuk kebersihan sudah tidak ada dianggarkan lagi.
“Tidak ada pungli pak” ujarnya singkat.
Terpisah, Hengky, aktivis Kota Sungai Penuh mengatakan, kalau memang resmi, kenapa tidak menggunakan karcis yang telah dikeluarkan oleh Pemkot Sungai Penuh.
Untuk itu, ia berharap hal ini perlu ditindak oleh pihak kepolisian, kata Hengky.
Bahkan, daerah tentu telah dirugikan, sebab uang tersebut tidak disetor tentu tidak menambah PAD. Dan digunakan untuk pribadi.
“Wako Alfin, diminta segera melakukan pembersihan di Dishub Kota Sungai Penuh. Menurutnya, PAD yang disetor Dishub beberapa tahun belakangan jauh dari harapan” ungkapnya.
Ia menambahkan, seingat saya tiap tahun tidak mencapai target, tambahnya. (DD)













