banner 728x250

Butuh Kerja Ekstra Alfin-Azhar Untuk Mengoperasikan TPS 3R. Keseharian Pejabat dan ASN Perlu Memberi Contoh Pemilahan Sampah Rumah Tangga

Loading

SUNGAIPENUH-Keinginan kuat Walikota dan Wakil Walikota Sungai Penuh, Alfin – Azhar Hamzah untuk mengoperasikan TPS 3R yang telah dibangun membutuhkan kerja ekstra.

Dari penelusuran media ini dari berbagai sumber terdapat kendala yang cukup berat dan cukup menantang.

Khususnya TPS 3R skala kawasan yang dibangun oleh Pemerintah Kota Sungai Penuh. Lokasi pembangunan TPS 3R selain sangat berdekatan dengan perumahan warga, Sekolah dan Perkantoran juga lokasi TPS 3R yang sulit dijangkau oleh transportasi atau kendaraan.

Seperti tiga unit TPS berlokasi di Desa Koto Renah yang bersebelahan dengan TK Pembina dan kantor pemerintah. Kemudian, tiga unit TPS 3R yang berlokasi di Renah Padang Tinggi (RPT). Di lokasi tersebut kendaraan roda enam yang mengangkut sampah amat amat sulit menjangkau lokasi tersebut.

Selain medan yang menantang, kendaraan pengangkut sampah tidak layak lagi menempuh medan tersebut. Apalagi dilihat kondisi truk sampah sekarang ini, karena kurang terawat dan ban mobil yang digunakan banyak yang mulus alias botak.

BACA JUGA:  Ini Pejabat Lingkup Pemkot Sungai Penuh yang Dilantik

“Di Belakang kantor LH dan Kebersihan sudah dilakukan uji coba mengolah sampah dari pasar Tanjung Bajure,” ujar sumber

“Kendalanya petugas sangat sulit untuk melakukannya karena sampah yang berasal dari Tanjung Bajure tidak ada dipilah. Ini kesulitan petugas,” ujar sumber

“Tidak mungkin sampah satu mobil itu dipilah dilokasi karena baunya amat menyengat sekali. Apalagi disana TPS3R berdekatan dengan TK, perkantoran dan perumahan masyarakat,” ujar sumber.

“Begitu juga di TPS 3R di RPT selain medan menuju kesana cukup sulit. Biaya untuk mengoperasikannya besar,” ujarnya

“Upah pekerja ditambah uang bensin juga harus diperhatikan secara khusus. Kalau naik motor bisa 2 liter perhari untuk bensinnya saja,” ujarnya

Demikian juga TPS 3R di Talang Lindung belum bisa beroperasi hingga kini. Menurut dia, belum bisa beroperasi karena terkendala biaya.

Sementara itu, Andi warga Kota Sungai Penuh mengungkapkan, pengoperasian TPS 3R skala kawasan ini merupakan tantangan dan dibutuhkan kerja ekstra Walikota dan Wakil Walikota.

Dan untuk melaksanakan itu perlu dilibatkan seluruh OPD, baik dari Kadis, ASN hingga ke tingkat Desa, RW dan RT untuk melakukan sosialisasi. Sosialisasi itu adalah meminta masyarakat untuk memisahkan sampah kering dan basah.

BACA JUGA:  Wawako Sampaikan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi APBD Perubahan 2025

“Itu bisa saja dimulai dari kantor pemerintah dan dirumah ASN Pemkot Sungai Penuh. Setiap dirumah tinggal ASN, PPK dan Honorer harus memiliki atau memisahkan sampah kering dan basah,” ujarnya

“Jika itu terlaksana, maka kita meyakini bahwa kesadaran masyarakat akan cepat terjadi, dan apabila sudah dipilah akan mempermudah pengolahan sampah itu sendiri dan akan menekan biaya operasional TPS 3R,” ujarnya. (DD)