banner 728x250
Daerah  

13 Perwakilan Siswa SD-SMP Kota Sungai Penuh Menerima Penghargaan Tingkat Nasional

Walikota Sungai Penuh Alfin Menyerahkan Piagam Kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh Khaidirman, Turut Didampingi Bunda PAUD Kota Sungai Penuh, Wawako, dan Sekda. Senin 21 Juli 2025. (Dok Hms)

Loading

SUNGAIPENUH-Walikota Sungai Penuh, Alfin, SH, Terima penghargaan bergengsi dari Kementerian Pendidikan Menengah dan Dasar Republik Indonesia atas komitmennya dalam pelestarian budaya dan bahasa daerah yang berlangsung di lapangan Kantor Walikota Sungai Penuh.Senin(21/7/2025)

Penghargaan ini diberikan dalam rangkaian Festival Bahasa Ibu Tingkat Nasional, sebagai bentuk apresiasi terhadap pemerintah daerah yang aktif menjaga dan mengembangkan bahasa ibu sebagai identitas budaya.

Walikota Alfin menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas kerja keras semua pihak di Kota Sungai Penuh dalam menjaga kekayaan budaya lokal. “Bahasa ibu adalah jati diri daerah. Kita akan terus berkomitmen melestarikan bahasa daerah agar tidak punah dan tetap hidup di tengah masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Wako Alfin

BACA JUGA:  Pasca SOTK, Ini Alamat SKPD Kota Sungai Penuh yang Baru

Penghargaan ini juga diterima oleh 13 orang siswa-siswi perwakilan sekolah dasar dan menengah kota sungai penuh pada Festival Bahasa Ibu Tingkat Nasional

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup sebagai bentuk perhatian dan penghargaan pemerintah atas jasa mereka dalam menjaga kebersihan kota.

Selain itu, Walikota juga menyerahkan sertifikat apresiasi kepada bank sampah tingkat dinas dan desa yang aktif dan konsisten dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Program ini merupakan bagian dari upaya strategis Pemkot Sungai Penuh dalam menciptakan lingkungan bersih dan berkelanjutan.

BACA JUGA:  Bertajuk Pesta Rakyat, Jambore PKK 2025 Kota Sungai Penuh Berjalan Sukses

Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemkot Sungai Penuh terus menunjukkan komitmen terhadap pelestarian budaya, perlindungan sosial bagi petugas lapangan, serta penguatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. (HMS)